Sekilas Tentang Dunia Satanisme (Wawancara Dengan Dr. Muhammad Jawad Adabi) Part 2

SatanismeApakah satanisme juga terklasifikasi menjadi beberapa kelompok?

Iya, aliran palsu ini juga mempunyai beberapa pembagian, yang paling populer adalah dibagi menjadi dua kelompok satanisme filosofis dan satanisme religius.
Satanisme filosofis menggugat basis kehidupan monotois dan keadilan Ilahi di alam semesta, dia menerima Tuhan sebagai kekuasaan alam semesta, tapi dia menolak kemutlakan ilmu, hidup dan kuasa Tuhan serta akhirat. Secara metaforis bisa dikatakan bahwa dia membelenggu tangan Tuhan. Satanisme seperti ini berusaha sebisa mungkin untuk meminimalisir kehadiran Tuhan dalam kehidupan manusia.
Di dalam satanisme religius, Tuhan tersingkir dan tersungkur, sebagai gantinya setan yang menduduki posisi Tuhan. Berbagai simbol imajinatif dan ilusif dimunculkan bersama idolisme-idelisme baru dengan format busana, perilaku, gaya bahasa atau model rambut dan lain sebagainya. Sampai sekarang tidak bisa dinyatakan bahwa kaum satanis telah sampai kepada makna filosofis satanisme itu sendiri, tapi tidak bisa pula diingkari bahwa mungkin sekali mereka telah sampai kepada satanisme religius.
Kesimpulannya adalah titik tolak kecenderungan manusia zaman sekarang kepada satanisme berbeda-beda. Bahaya dan polusi satanisme religius jauh lebih besar daripada satanisme filosofis. Satanisme religius mempunyai pengaruh luas pada kehidupan dan psikologi manusia, akibatnya akan terjadi berbagai kerusuhan di tengah masyarakat, basis rumah tangga terancam runtuh, keamanan setiap orang tidak lagi terjamin, dan pada akhirnya memotivasi manusia untuk bunuh diri dengan sabu-sabu atau ekstasi.

Setiap agama dan aliran, pada umumnya memiliki ajaran, ritual dan acara tertentu. Bagaimana dengan satanisme? Apa mereka juga memiliki ajaran, ritual dan acara tertentu? Apa yang mereka lakukan untuk itu?

Untuk mengetahui hal ini, sebaiknya kita menengok pada gereja setan. Gereja setan didirikan oleh Anton Lavey di Chicago pada tahun 1966 M., lalu pada tanggal 30 April tahun yang sama dia menamakan dirinya sebagai uskup tertinggi gereja setan dan menjulukinya dengan paus hitam. Dia tinggal di gereja, tapi perilakunya di sana sama sekali tidak wajar, seperti minum darah, pembaptisan dengan darah, menggunakan bangkai-bangkai binatang, berhubungan intim dengan keluarga (muhrim), pelecehan seksual pada anak kecil di depan umum, tarian telanjang bersama-sama dengan musik keras, penggunaan simbol-simbol aneh dan terkadang zionis, minuman keras, sabu-sabu dan lain sebagainya.
Kotoran menempati posisi kebersihan, tidak ada lagi yang namanya daerah terlarang atau garis merah, tanggungjawab sudah kadaluarsa, dan apa saja yang aneh ada di sana.

Model pakaian dan rias termasuk sarana satanisme. Sayang sekali sekarang kita menyaksikan anak-anak muda di tengah kota yang penampilannya menunjukkan satanisme, tolong jelaskan tentang model pakaian dan rias kaum satanis!

Sudut pandang kita yang paling dangkal terhadap satanisme adalah terpaku pada model dan penampilan. Pasal pertama yang membedakan kaum satanis dari yang lain adalah model pakaian dan gaya bahasa mereka. Biasanya mereka menggunakan simbol-simbol yang di dalamnya terdapat angka enam, salib yang terbalik dan patah, segi tiga yang di dalamnya terpampang gambar kecil kambing liar yang dilingkari, dan bintang lima saya yang merupakan simbol utama zionisme internasional, mereka lebih banyak menggunakan warna merah dan hitam dalam berias, menyalon rambut dalam bentuk yang sama sekali tidak teratur, itu pun dengan warna-warna yang mencolok seperti merah, hitam dan kuning, mencuku rambut dengan gaya yang aneh, menyerupai simbol-simbol kaum Fashist dan Hitler di era modern, mengenakan baju-baju yang sama sekali tidak wajar, semua ini adalah contoh-contoh model yang dipilih oleh kaum satanis.

Kalau begitu, kawula muda harus waspada dalam berpakaian, tapi sayang sekali penyadaran dan kewaspadaan ini masih belum disampaikan secara benar dan fundamental kepada mereka!?

Di negeri kita, satanisme religius atau bahkan filosofis masih sedikit sekali pengikutnya. Tapi, jika dipandang dari sisi simbol-simbolnya di tengah kota, memang terdapat penampilan-penampilan yang mencerminkan simbol satanisme. Namun, ketika kita berdialog dengan anak-anak muda yang bergaya satanis, rata-rata mereka mengatakan bahwa tujuan mereka dari gaya itu tidak lain adalah keinginan untuk tampil beda daripada semua orang, dan mereka sama sekali tidak tahu menahu tentang satanisme.
Oleh karena itu, mereka sebenarnya bukan pendukung satanisme. Tidak selamanya model dan gaya mempunyai arti negatif, terkadang gaya tertentu tetap disertai dengan tradisi, kepercayaan, sejarah dan identitas kita yang sesungguhnya, dan itu positif.

Apa ada statistika tentang satanisme dan posisi serta jumlah pengikutnya di negara kita?

Secara resmi atau pun tidak, statistika di bidang ini menunjukkan bahwa di negara kita juga ada acara-acara yang mengatasnamakan diri dengan satanisme. Biasanya mereka menyalakan musik rock, metal dan musik-musik lainnya yang memperbolehkan kekerasan di dalamnya, lalu disertai pula dengan tarian-tarian api, minuman keras, sabu-sabu dan lain sebagainya.
Apabila kita memperkenalkan raihan irfan Islami yang dalam kepada kawula muda dan menunjukkan kehampaan satanisme, pasti kita akan menyaksikan berkurangnya jumlah mereka yang sedikit itu.
Tujuan utama satanisme adalah membuat kehidupan jadi hampa dan spiritualitas jadi tidak berarti, menyingkirkan Tuhan dari alam, mengambangkan kaum pemuda di antara langit dan bumi, di antara agama dan keluarga, antara Islam dan negera, serta antara hakikat dan majas. Mayoritas orang yang mengikuti jejak satanisme pada akhirnya sampai kepada puncak kehampaan dan kemudian bunuh diri.

Apa tidak ada statistika yang jelas dan pasti tentang mereka?

Ada statistika yang jelas dalam hal ini. Tapi satanisme ala Inggris, Amerika dan negara-negara barat lainnya tidak bisa kita saksikan di negara kita dengan skala dan luas yang sama dengan di sana. Satanisme di sini masih pada tingkat penampilan dan simbol-simbol saja. Ada orang yang betul-betul satanis sangat sedikit dan jarang sekali.

Apa faktor utama peningkatan jumlah bunuh diri di kalangan satanis?

Satanisme mengajarkan kepada para pengikutnya untuk mempersembahkan ruhnya kepada setan dengan cara bunuh diri. Kamu harus mengorbankan hadiah Tuhan yang terbesar, yaitu ruh dan mempersembahkannya kepada setan. Kamu harus menjual sisa umur kehidupanmu kepada setan tanpa peduli pada keadilan Ilahi atau cakrawala harapan pada masa depan.

Di bidang apa saja satanisme beraktifitas?

Sinema adalah salah satu medan kegiatan yang terpenting bagi satanisme, mereka menggunakan musik untuk menyebarkan alirannya. Di bidang olah raga juga sedikit-banyak mereka telah masuk, sebagian olahragawan barat yang terkenal terang-terangan mengikuti aliran satanisme, sebagian lagi menempatkan dirinya di sebuah lingkungan yang pasti akan berakhir pada satanisme.
Sebagian cabang satanisme dan aliran-aliran baru lainnya secara finansial bergantung kepada zinonisme internasional, tapi jangan salah mengira bahwa semua aliran religius baru pasti behubungan dengan zinonisme. Pola pandang yang melihat segala sesuatu di sini sebagai komplotan bukanlah pola pandang yang ilmiah. Walaupun memang ada bukti-bukti yang menunjukkan bantuan zionis kepada satanisme dan aliran religius baru lainnya.
Gnostik angka atau bilangan, gnostik simbol, gnostik rebut kekuasaan di dunia, dan gnostik penaklukan alam –dengan makanya yang negatif-, termasuk aliran yang mencoba memisahkan manusia dari alam makna dan spiritual. Manusia yang terpisah dari Tuhan akan mengejar kekuasaan virtual yang semu, itu pun tidak akan dia dapatkan, karena pada faktanya dia hanya merasakan khayalan dan fatamorgana dari kekuasaan.

Apa tujuan Zionisme di balik dukungannya terhadap Satanisme atau aliran-aliran baru lainnya? Apa keuntungan yang diperoleh dari bantuan mereka terhadap Masonery, Satanisme dan sebagainya?

Masonery bukan Satanisme. Masoneri adalah sebuah konspirasi politik dan sosial yang global untuk menyimpangkan elit masyarakat. Meskipun demikian, memang ada beberapa langkah keputusan Masoneri yang terbilang satanis, menggunakan simbol-simbol satanis, dan memperbolehkan tingkah laku kelompok itu. Zionisme bermaksud untuk menerobos dinding agama-agama klasik. Zionisme sendiri terhitung sebagai aliran religius yang baru, posisinya virtual dan dibuat-buat, bisa dikategorikan sebagai aliran yang berdasarkan pada khayalan dan angan-angan. Di mana pun ada seruan adidaya, seruan kegelapan dan kehinaan, di baliknya pasti tersembunyi Zionisme.
Kekayaan, media dan posisinya yang istimewa merupakan sarana utama kelompok zionis. Sudah tidak terhitung lagi jumlah produksi khusus hasil kerjasama media massa dan Zionisme, baik itu dalam bentuk film, musik, buku, majalah, poster dan lain sebagainya. Keuntungan yang mereka dapatkan dari itu semua menunjukkan betapa pentingnya dukungan dan bantuan yang mereka berikan. Zionisme tidak real atau hakiki, oleh karena itu di mana saja ada sesuatu yang tidak hakiki maka dia pun menyertainya. Zionisme adalah sebuah penyimpangan agama.

Di dalam Satanisme kita menemukan nama-nama seperti gereja setan, injil hitam dan lain sebagainya yang diserap dari agama Kristen. Kenapa bisa demikian?

Satu-satunya referensi yang relatif berharga dan diakui dari agama Kristen adalah empat injil. Padahal, injil itu ditulis tujuh puluh tahun setelah Almasih disalib. Ada jarak historis yang panjang sekali antara beliau dan penulisan Injil. Di tambah lagi bahwa pada faktanya terdapat injil-injil lain (Apokrifa) yang menurut mereka tidak otentik. Maka adanya injil-injil itu memungkinkan pula keberadaan Injil Setan, Injil Hitam, atau Bible of Satan. Realitas referensi agama Kristen ini telah membuka gerbang bagi setiap orang untuk berbicara atas nama Injil dan Isa Almasih serta mengklaim diri sebagai penyeru kebenaran.
Islam adalah satu-satunya agama yang teks kitab samawinya sangat dijaga dan dipertahankan oleh nabi yang menyampaikannya. Dari sejak awal diturunkan sampai sekarang, beliau mengawasi keotentikan teks Al-Qur’an sewaktu dibaca atau dituliskan, tentunya pengawasan itu tidak semuanya dilakukan oleh beliau secara langsung. Itulah sebabnya, di dunia Islam tidak begitu banyak aliran baru yang muncul. Kalau pun kemudian muncul beberapa aliran, bukan dikarenakan kondisi dunia dan ajaran Islam itu sendiri, akan tetapi lebih banyak disebabkan oleh oknum asing dan kaum imperialis. Aliran Baha’i dan Wahabi contohnya, dicetuskan dengan dukungan kuat Amerika, Inggris dan Zionis. Beda halnya di dunia Kristen, sangat banyak sekali aliran baru yang muncul di dalam tubuh Kristen sendiri.

Kenapa bisa bermunculan aliran baru dari dalam tubuh Kristen?

Pertama-tama Isa Almasih hanya beberapa kali saja memperkenalkan dirinya sebagai nabi atau utusan Tuhan. Kedua, injil-injil yang sekarang diakui oleh kaum Kristen ditulis setelah sekian puluh tahun dari penyaliban Almasih. Ditabah lagi oleh faktor yang ketiga, yaitu perselisihan antara gereja-gereja Kristen, dimana masing-masing dari mereka ingin bersama Almasih dengan gaya bahasa dan interpretasinya sendiri. Di zaman sekarang, kita bisa menyaksikan banyak sekali gereja yang saling tidak mengakui satu sama lainnya. Maka, di dalam lingkungan perselisihan yang beracun ini akan mungkin sekali bercokol jamur-jamur yang beracun pula.

Bagaimana kondisi Satanisme di kalangan masyarakat-masyarakat Muslim?

Kita ambil saja contoh negara-negara arab, pada umumnya dari dulu Muslimin di sana berpegang teguh kepada sunnah, maka dari itu Satanisme tidak punya masa lampau di kalangan mereka. Adapun jika ada segelintir orang dari generasi baru mereka yang punya kecenderungan satanis, hal itu karena dipengaruhi oleh pihak-pihak asing melalui parabola, internet dan media massa lainnya. Tapi yang jelas, posisi mereka juga belum patut diperhitungkan.

Apa yang harus dilakukan untuk menghadapi penyebaran Satanisme atau aliran-aliran gnostik palsu lainnya?

Faktor yang paling penting dan efektif adalah pembelaan gnostis terhadap agama. Menjawab pertanyaan-pertanyaan baru generasi muda tanpa membatasinya atau memberi label yang merusak. Mengukuhkan keyakinan bahwa agama Islam senantiasa mempunyai pesan yang segar bagi generasi baru, di mana dan kapan pun mereka berada, tapi kita juga harus menguasai seni eksplorasi pesan-pesan segar itu dari referensi agama yang otentik. Selain itu, para ulama dan tokoh agama harus mengenal aliran-aliran baru dan penyimpangan mereka pada zamannya. Mereka juga harus lebih banyak lagi menyertai kawula muda dan menyayangi mereka yang hidup sangat energik sekaligus terkadang ingin tampil berbeda. Tentunya, fokus kita harus lebih banyak pada persoalan akidah dan irfan (gnonstik) masyarakat, khususnya kawula muda.

Selesai.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s