Kung Fu Shaolin “Lan She Lung”

Lan She Lung orgPengertian

            Yang dimaksud dengan Seni Beladiri adalah seni untuk dapat mempertahankan diri dalam menghadapi segala tantangan dan permasalahan, terutama masalah kehidupan, sehingga seni beladiri menjadikan diri seseorang menjadi kuat dan tangguh.

Sedangkan yang dimaksud Kung Fu adalah dua suku kata yang berarti bahwa Kung adalah mengeolah atau seni dan Fu berarti potensi atau skill. Jadi Kung Fu adalah dua suku kata yang memiki arti mengolah segenap potensi yang ada. Sehingga Kung Fu tidak hanya terbatas pada pengolahan fisik tetapi juga mental dan spiritual.

Shaolin berarti ‘hutan muda’ atau ‘hutan kecil’. Yang dimaksud dengan Shaolin di sini adalah nama sebuauh kuil Budha di Propinsi Henan, China, yang di mana ilmu Kung Fu Lan She Lung ini berasal dan dari kuil tersebut ilmu ini dibawa oleh shogun Otaro (Lee Chen Chia).

Sedangkan pengertian Lan She Lung adalah Naga Biru yang bermakna bahwa Naga melambangkan kekuatan dan kewibawaan dan Biru melambangkan kedamaian.

Jadi, pengertian dari Seni Beladiri Kung Fu Shaolin Lan She Lung adalah seni pertahanan diri melalui pendidikan pengolahan segenap potensi diri yang beraliran Kung Fu Shaolin untuk dapat meraih kesuksesan Hidup.

Sejarah

Latar Belakang Kung Fu Shaolin

Pada tahun 527 Masehi, seorang Biksu Budha dari India yang bernama Bodhidharma atau Da Mo dating ke China untuk menyebarkan agama Budha. Sebagai “Master of Zen” beliau mendapati bahwa para biksu di China memiliki tubuh fisik yang lemah dan sakit-sakitan. Selain itu mereka sering tertidur saat melaksanakan ritual keagamaan ketika belajar. Atas dasar inilah, maka Biksu Da Mo mengajarkan mereka beberapa teknik untuk memperkuat fisik mereka dengan Kung Fu. Teknik ini dikenal dengan “18 Movement of Arahan Hands” dan untuk memperkuat spiritual dengan Chi Kung.

Dari sini bisa disimpulkan bahwa Kung Fu Shaolin Sebetulnya bukan bertujuan untuk pertarungan, tetapi lebih kepada kesehatan fisik dan mental guna dijadikan sebagai sarana untuk mencapai tingkatan spiritual tertinggi (pencerahan).

Lahirnya Kung Fu Shaolin “Lan She Lung”

Perguruan Kung Fu Shaolin Lan She Lung dibawa dari daratan China oleh Biksu keturunan Jepang yang berama Shogun Otaro (Lee Chen Chia), dari biara Shaolin, Henan, China.

Suatu ketika, Shogun Otaro diminta oleh seorang bangsawan China untuk mencari putranya yang bernama Che Kho Lo yang hilang dan dikabarkan bahwa putranya berada di wilayah Asia Tenggara. Sebagai seorang pendekar Shaolin yang diberi kepercayaan dan bertanggung jawab, Shogun Otaro pun bernangkat ke daerah tersebut. Shogun Otaro mengakhiri pengembaraannya di sebuah kota kecil, Ampenan, Lombok, Indonesia dan berhasil menemukan putra bangsawan tersebut.

Che Kho Lo yang ternyata juga seorang pendekar Kung Fu Shaolin, didapati Shogun Otaro tengah mengajarkan ilmu Kung Fu di sebuah kuil. murid-muridnya ketika itu terbatas pada warga keturunan China yang tinggal di sekitar kota Amenan, khususnya mereka yang beragama Budha. Shogun Otaro menyampaikan makdud kedatangannya untuk membawa Che Kho Lo kembali ke China. ajakan itu tidak begitu saja diluluskan oleh Che Kho Lo. Ia bersedia pulang bila Shogun Otaro mau memenuhi satu syarat, yaitu melanjitkan perguruan yang telah dirintisnya.

Amanat putra bangsawan itu diterima dengan ikhlas oleh Shogun Otaro dan penuh tanggung jawab. Shogun Otaro atau Lee Chen Cia tinggal di Ampenan untuk meneruskan perguruan tersebut. Dibawah asuhan beliau, perguruan ini terus berkembang dan kemudian diberi nama Perguruan Kung Fu Shaolin Lan She Lung (Naga Biru). Sejak itu Perguruan Lan She Lung mulai dikenal masyarakat yang tinggal di Ampenan.

Diwariskan Kepada Putra Pribumi

Ketika Pergurauan ini dikenal luas, terdapat seorang anak muda pribumi mempunyai minat besar untuk belajar Kung Fu Shaolin ini. Namanya adalah Ramli, putra asli Lombok. Ilmu beladiri ini pada awalnya hanya diajarkan kepada kalangan tertentu saja, akan tetepi, selanjutnya Shogun Otaro justru memberikan kepercayaan kepada Ramli sebagai pewaris pertama yang duduk sebagai Dewan Guru, didampingi oleh dua sifu asli keturunan China yaitu Sifu Hong Ye dan Sifu A Ching Ho.

Awalnya, sebagai seorang pribumi, Ramli tidak begitu saja diterima oleh Shogun Otaro untuk menjadi muridnya. Ramli memang punya bajt dan minat yang besar terhadap seni beladiri, sehingga secara diam-diam dia hanya mengintip mereka yang latihan. Perilaku anak pribumi ini akhirnya diketahui oleh Shogun Otaro. Melihat minat dan kemampuan yang besar, Shogun Otaro akhirnya mengangkat Ramli sebagai muridnya.

Sebelun diajar Kung Fu, Shogun Otaro menempa mental Ramli dengan mempekerjakan anak itu sebagai pembantu di rumahnya. Melihat kemauan serta loyalitas Ramli yang tidak pernah surut, akhirnya Shogun Otaro melatih sendiri anak itu secara khusus.

Setelah beberapa tahun Shogun Otaro mengajar di Perguruan Lan She Lung, beliau berencana meniggalkan tanah Lombok untuk kembali ke China. Sebelum berangkat, Shogun Otaro mengadakan kompetisi untuk memilih murid yang terbaik sebagai penggantinya. Muncullah dua orang pemenang, yaitu Hong Ye dan A Ching Ho. Namun pertarungan belum selesai. Saat itu Shogun Otari memperkenalkan Ramli. Kedua pemenang yang asli keturunan China tersebut kerkejut menyaksikan bahwa yang tampil adalah seorang pribumi.

Keterkejutan Shogun Otaro tidak hanya sampai disitu. Ternyata dalam pertarungan terakhir, Ramli Keluar sebagai pemenang. Tak dapat dipungkiri lagi, dial ah yang akhirnya dipercaya sebagai penerus Lan She Lung. Kepada murid-muridnya, dengan bijaksana Shogun Otaro berkata : “Siapa pun Ramli, dia adalah muridku juga, sama seperti kalian”. Ternyata, ada yang tidak bersedia menerima Ramli dan mereka pun keluar dari Perguruan. Sementara Hong Ye dan A Ching Ho menerima Ramli dan membantunya untuk meneruskan Perguruan. Bahkab keduanya mengangkat Ramli sebagai kaka perguruan berdasarkan umum, sekaligus dipercaya untuk memimpin Perguruan.

Dikembangkan Untuk Umum

Sepeninggal Shogun Otaro, Ramli yang telah diangkat menjadi pimpinan atau guru utama penerus Perguruan dengan gelar Sifu, tetap menetapkan kebijaksanaan Perguruan sebelumnya, yakni mengajarkan beladiri dari daratan China ini hanya kepada kalangan terbatas.

Kemudian Sifu Ramli mengajarkan ilmu Kung Fu Lan She Lung kepada keponakannya, Akhmad Syaikhu. Anak itu dilatih dan digembleng oleh pamannya selama kurang lebih 16 tahun. Berkat bimbingan sang paman serta keseriusan dalam belajar, Akhmad Syaikhu kemudian menjadi asisten Sifu Ramli. Ahkmad Syaikhu juga sempat mendapat latihan langsung dari Grand Sifu Shogun Otaro (Lee Chen Chia). Shogun Otaro tidak fasih menyebut nama Ahkmad Syaikhu, tetapi beliau memanggil nama Syaikhu dengan “Saeho”. Akhirnya Akhmad Syaikhu dinobatkan langsung oleh Shogun Otaro dengan gelar “Master”. Hingga sekarang beliau dikenal dengan sebutan “Master Saeho”.

Atas izin Sifu Ramli, pada tahun 1994, Master Saeho mengembangkan Perguruan Kung Fu Shaolin Lan She Lung di Jakarta. Pada awalnya, ia hanya memperkenalkan seni beladiri di lingkungan kampus IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, tempat ia menuntut ilmu ketika itu. Master Saeho memperkenalkan Kung Fu ‘Lan she Lung’ dengan membina dan mengarahkan akhlak para muridnya melalui ajaran agama Islam, tanpa mengurangi keaslian ilmu Kung Fu dari Gurunya. Kini Perguruan Kung Fu Shaolin Lan She Lung sudah memiliki tiga satuan latihan, yaitu satuan latihan UIN Syarif Hidayatullah (Cabang Jakarta Selatan), satuan latihan STIMAI (cabang Jakarta Pusat), dan satuan latihan Tanjung Priok.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s