Istikharah

istikharah

Berawal dari sebuah keinginan untuk pergi ke Bandung, muncul sebuah pertanyaan antara berangkat dan tidak. Suatu waktu hatiku mengatakan untuk berangkat, namun di waktu yang lain tak jarang pula aku dengar bisikan untuk membatalkan keberangkatanku. Hari demi hari aku lewati dengan perdebatan dalam diri yang tak lekas mereda. Tak peduli di mana pun aku berada, aku merasa tak berada di mana kakiku berpijak. Pikiranku melayang jauh, melewati batas ruang dan waktu hanya untuk menemukan satu jawaban dari sebuah perdebatan yang terus berlanjut sampai suatu ketika aku tersadar, dan aku teringat, dan kenapa aku tidak melakukannya sejak awal? apa itu? ya tentu saja Istikharah.

Istikharah yang berasal dari kata al khair memiliki arti sesuatu yang baik dan bertujuan untuk memohon pertolongan Allah swt untuk menunjukkan kita ke jalan yang baik. Istikharah dilakukan bukan untuk menentukan suatu perkara yang wajib atau haram karena hukumnya sudah jelas. Misalnya kita tidak boleh beristikharah jika hanya untuk menentukan apakah kita boleh minum arak atau tidak, atau apakah kita perlu menunaikan sholat atau tidak.

Istikharah tidak dapat dilakukan begitu saja, namun ada tahapan-tahapan pendahuluan yang benar karena istikharah adalah jalan keluar, bukan jalan pintas. Jadi kita tidak boleh seenaknya beristikharah, bahkan sangat disayangkan, kebanyakan dari manusia memiliki pandangan yang keliru tentang penggunaan istikharah. Sebagai contoh jika ada sebuah persoalan penting yang muncul dalam kehidupan, tanpa ragu lagi kebanyakan dari mereka langsung melakukan istikharah tradisional tanpa melakukan perenungan, berdzikir, atau meminta nasihat dari orang lain melainkan langsung meraih Al-Qur’an atau tasbih kemudian melakukan istikharah sehingga tanpa memikirkan hasil dari istikharah mereka akan terus mengejar apa yang mereka inginkan sekalipun hasil dari istikharah itu negatif.

Untuk memahami makna sesungguhnya dari istikharah, terlebih dahulu kita harus mengetahui tahapan dari istikharah tersebut yang diantaranya kita harus menggunakan akal sehat dan intelektualitas kita, selanjutnya kita meminta nasihat dari orang-orang lain, setelah itu barulah kita menginjak ke tahap yang selanjutnya akan kita uraikan dari awal.

Ok, check it out…

Yang paling pertama dan utama dalam melakukan istikharah adalah istikharah melalui doa, karena seperti yang telah disebutkan di atas bahwa istikharah adalah sesuatu yang baik dan memohon jalan yang baik kepada Allah swt yang merupakan suatu bentuk dari sebuah doa. Bergantung kepada Allah, menyerahkan segala urusan kepada Allah, berprasangka kepada Allah merupakan bentul dari suatu syarat yang wajib kita penuhi dalam berdoa yang berarti setiap kita berdoa secara tulus kita menyerahkan segala sesuatu kepada Allah untuk mempermudah jalan untuk meraih hasil yang terbaik. Istikharah melalui doa ini sangat diprioritaskan, bahkan ketika seseorang akan melakukan hal apa pun sebaiknya kita mengawalinya dengan berdoa sebelum kita melangkah untuk mengerjakan pekerjaan yang akan kita lakukan. Dalam istikharah melalui doa ini tentu kita harus meliputi beberapa hal diantaranya memuji dan mengagungkan Allah swt dengan segala ketundukkan dan kerandahan kita terhadap-Nya, hanya memohon kebutuhan yang kita butuhkan dari Zat yang Mahakaya dan memiliki prasangka baik terhadap Allah swt.

Kedua, istikharah dengan meminta nasehat dari orang lain. Setiap orang yang berpengetahuan, pada waktu-waktu tertentu untuk memutuskan suatu keputusan yag sangat penting dalam kehidupannya, tak seharusnya ia bertumpu pada pengetahuan dan intelektualitasnya yang terbatas, namun ia juga perlu untuk meminta nasihat dari orang lain dan memperhatikan apa yang dikatakannya. Seperti apa yang dikatakan oleh Imam Ali, salam atasnya, “Wajib bagi bagi orang yang memiliki intelektualitas agar ia merangkaikan pandangan-pandangan dan intelegenasi dari kelompok intelektual dan agar ia mengombinasikan pengetahuannya dengan orang-orang bijak.” Nah, jadi meminta nasihat dari orang-orang yang beriman juga memiliki kemampuan untuk memberikan nasihat adalah salah satu jalan terbaik untuk meminta dan menambah wawasan seseorang, namun sebelum melakukan hal ini sebaiknya kita melakukan doa-doa dan memohon kepada Allah SWT apa yang terbaik bagi kita dan selanjutnya meminta nasihat dari orang-orang lain sehingga doa ini dapat memberikan hasil yang lebih baik disbanding dengan semata-mata meminta nasihat dari orang lain.

Nah, jika kedua hal tersebut masih juga menimbulkan keraguan, itu berarti saatnya kita berlanjut ke cara yang selanjutnya, simak dengan baik yaa…

Ketiga, jika kita telah melakukan doa dan meminta nasihat kepada orang lain namun masih belum juga mendapatkan kepastian, ini saatnya kita untuk berdoa kepada Allah SWT dengan memohon yang terbaik, dan cara ini bias disebut dengan Istikharah Spiritual, karena Allah adalah Zat Yang Mahakaya, maka seseorang seharusnya memohon kebutuhannya dan mengadukan tentang segala yang merisaukannya, dan kita memohon kepada Allah untuk membimbing kita ke jalan yang terbaik bagi kita.

Keemppat, Istikharah Melalui Alquran. Jika kita telah berdoa untuk memohon yang terbaik, melalui cara berpikir dan meminta nasihat dari orang-orang namu kita masih juga belum merasa tentram, maka kita diperbolehkan merujuk pada Alquran demi menghilangkan keragu-raguan, dan dengan cara ini kita memohon yang terbaik.

Kelima, Istikharah Melalui Tasbih. Masalahnya masih tetep sama, jika kita telah melakukan cara-cara di atas tadi namun masih juga mengalami keraguan, itu berarti kita berlanjut ke cara yang selanjutnya yaitu istikharah melalui tasbih, gini caranya, perhatikan ya…

Pertama, ambil tasbih, dan bershalawat atas Rasulullah dan keluarganya sebanyak tiga kali.

Kedua, setelah itu, raihlah tasbih dan hitunglah dua-dua. Apabila hitungan terakhir satu, maka lakukanlah urusan yang diistikharahkan; namun apabila sisanya dua, maka jagan lakukan.

Keenam, well…ini yang terakhir yang saya ketahui tentang istikharah, meskipun cara ini hampir tidak dikenali atau dipraktekkan oleh masyarakat awam, namun cara ini sudah terbilang lazim diantara kelompok ulama terpilih (saya juga sering melakukan cara yang ini). Cara ini sesuai dengan peringkatnya dalam postingan ini, yaitu dengan menggunakan enam lembar kertas dan dikenal dengan nama dhat al riqa.

Nah sob, itulah cara-cara istikharah yang sebaiknya kita lakukan sebelum kita memutuskan suatu perkara yang penting dalam hidup kita, baik itu hal yang kecil atau BESAR, janganlah kita memutuskannya sendiri, tapi mintalah kepada Allah jalan yang terbaik. Dan dari hasil istikharah yang saya lakukan menghasilkan jawaban yang terbaik dari yang terbaik dari apa yang saya inginkan untuk pergi ke Bandung, Alhamdulillah dapat jawaban yang memang tidak mengecewakan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s